Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya
Sepatu dari Tulus begitu
saja mengalun dengan tulus dari balik speaker laptop. Sembari menikmati coklat.
Coklat? Ya, kadang manis kadang pahit, seperti kenangan.
Kenangan? Ah. Aku rasa lebih
cocok dibandingkan dengan gula, bahkan kemanisannya lebih dari gula. Kamu! Iya,
kamu Kudo.
Sudah beberapa hari ini,
mendadak sendu galau atau semacamnya. Aku tak tau sebabnya, tapi yang aku tau. Aku
hanya ingin bertemu denganmu, Kudo.